Profil dan Sejarah Tentang ITS Surabaya

Posted by Iqbal IDesainer



PROFIL

Kampus ITS Sukolilo menempati areal seluas 180 hektar dengan luas bangunan seluruhnya kurang lebih 150.000 m2. Selain itu terdapat Kampus Manyar yang dipergunakan oleh Program D-3 Teknik Sipil dengan luas bangunan 5.176 m2 dan Kampus ITS Cokroaminoto yang dipergunakan untuk magister manejemen serta beberapa lembaga kerjasama dengan luas bangunan 4.000 m2.

Staf Pendukung

Mempunyai staf pengajar sebanyak 960 orang yang terdiri dari 102 orang profesor, 255 orang doktor, 426 orang master dan lainnya sarjana lulusan perguruan tinggi terkemuka di luar dan dalam negeri serta profesional di bidangnya, menjadikan ITS sebagai sumber acuan perguruan tinggi lain di kawasan Indonesia Timur.
Staf non akademik berjumlah 1194 orang (PNS dan Non-PNS) yang tersebar pada berbagai bagian administrasi mulai dari rektorat sampai jurusan-jurusan, selain ada yang bertugas di laboratorium-laboratorium.


Kapasitas Mahasiswa 

Jumlah mahasiswa ITS yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013 berjumlah 18.828 mahasiswa yang terdiri dari 352 mahasiswa Program Doktor, 2.204 mahasiswa Program Magister, 13.893 mahasiswa Program Sarjana, 2.312 mahasiswa Program D-3 serta 58 mahasiswa Program D-4. Sampai saat wisuda ke-105 Maret 2013, ITS telah meluluskan sebanyak 65.488 wisudawan. Mereka terdiri dari 125 program doktor, 5.595 program magister, 46.681 program sarjana, 12.841 program D-3, 246 Program D-4.


Kapasitas Akademik 

Sampai tahun 2013, ITS memiliki 5 Fakultas dengan 12 Program Doktoral, 16 Program Magister, 26 jurusan/program studi tingkat Sarjana, 6 Program Studi D-3, 1 Program Studi D-4.



SEJARAH

Pada tahun 1957 ketika PII Cabang Jawa Timur mengadakan lustrum pertama, kembali gagasan itu dilontarkan. Sebagai hasilnya, dr. Angka Nitisastro, seorang dokter umum, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur memutuskan untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik. 

Beberapa alasan pokok pendirian yayasan tersebut antara lain:
  • Lahan Indonesia yang luas dan memiliki kekayaan hasil alam yang melimpah dan belum dimanfaatkan
  • Kebutuhan akan tenaga insinyur sekitar 7000 untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri di dalam negeri.
  • Melihat perbandingan dengan jumlah insinyur di negara maju dan berkembang lainnya yang jauh melebihi jumlah di negara kita.
  • Pada tanggal 17 Agustus 1957, secara resmi berdirilah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang diketuai oleh dr. Angka Nitisastro.

Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk memikirkan tindakan-tindakan lebih lanjut dan memperbincangkan sedalam-dalamnya segala konsekuensi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam rangka membulatkan tekad mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Teknik di kota Surabaya.

Sumber : https://www.its.ac.id/

Posting Komentar