Laporan Jarkom - Sharing File

Posted by Iqbal IDesainer



1. Sambungkan kabel LAN pada kedua laptop/komputer.
2. Klik kanan pada ikon network dan pilih Open Network and Sharing Center.
3. Klik windows – control panel –Network and Internet – Network and Sharing Center – Change advance sharing settings.

  • Atur alamat IP
  • Setelah network sharing telah dikonfigurasikan maka langkah selanjutnya adalah mengatur alamat IP sesuai keinginan kita
  • Dengan cara buka network and sharing center – status  maka akan muncul gambar dialog seperti di bawah ini.
  • Langkah selanjutnya adalah klik properties
  • Ubah alamat IP sesuai kebutuhan dan konfigurasikan seperti gambar berikut

4. Cek connect

  • Setelah alamat IP dari kedua computer atau lebih telah diatur maka pastikan kabel network telah terhubung
  • Cek koneksi antara PC 1 dengan PC lainya dengan tes ping

5. Pilih folder yang ingin di share

  • Setelah koneksi telah dipastikan terhubung maka anda dapat mengirim file/folder ke PC yang telah terhubung satu sama lain.
  • Buka windows explorer – klik kanan folder yang akan di share – share with – specific people

6. Masuk Ke file sharing
7. Anda akan masuk ke file sharing dimana anda dapat mengkofigurasikan folder yang akan anda kirim hanya dapat diakses oleh beberapa orang
8. Untuk mengcopy file yang sudah ditransfer tadi anda tinggal lihat pada My Computer>>Network, lalu copy file tersebut. Selesai

Sharing Data PC-Switc-PC
1. Alamat IP Otomatis
2. Selanjutnya ketika anda ingin mengirimkan sebuah file/folder silahkan pilih ip yang dituju
3. Folder yang ada pada pc lain, Selanjutnya silahkan pilih file/folder yang akan anda kirim
4. Selesai
More aboutLaporan Jarkom - Sharing File

Materi Jaringan Komputer - Teknik Pengkodean

Posted by Iqbal IDesainer


Teknik Encoding adalah proses untuk mengubah sinyal ke dalam bentuk yang dioptimasi untuk keperluan transmisi data atau penyimpanan datanya. Ada empat kombinasi teknik pengkodean :
  1. Data digital, sinyal digital
  2. Data analog, sinyal digital
  3. Data digital, sinyal analog
  4. Data analog, sinyal analog
Teknik Pengkodean Data :

1. Nonreturn To Zero (NRZ)

Format yang paling mudah dalam mentransmisikan sinyal digital adalah dengan menggunakan dua tingkat tegangan yang berlainan untuk dua digit biner. Kode-kode yang mengikuti cara ini dibagi berdasarkan sifat-sifatnya. Tingkat tegangan tetap konstan sepanjang interval bit yang ditransmisikan, yang dalam hal ini tidak terdapat transisi (tidak kembali ke level tegangan nol). Format ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

Non-Return to Zero level (NRZ-L)
  • Suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu nilai biner dan tegangan positif dipakai untuk mewakili nilai biner lainnya.
  • Menampilkan dua perbedaan tegangan untuk bit 0 dan 1
  • Tegangan tetap konstan sepanjang interval bit
  • Tidak terdapat transisi (tidak kembali ke level tegangan nol)
  • Sebagai contoh tidak ada level tegangan untuk menampilkan biner 0
  • Teknik ini sering dipergunakan untuk membangkitkan atau mengartikan data digital melalui terminal atau lainnya
Non-Return to Zero Inverted (NRZ-I)
  • Suatu kode dimana suatu transisi (rendah ke tinggi atau tinggi ke rendah) pada awal suatu bit akan dikenal sebagai biner ‘1’ dan berarti biner ‘0’ apabila tidak ada transmisi.
  • Merupakan salah satu contoh dari differensial encoding (penyandian encoding).
  • Mempertahankan pulsa tegangan konstan untuk durasi waktu bit
  • Data itu sendiri ditandai saat kehadiran atau ketidak hadiran transisi
Keuntungan NRZ :
  • Mudah dalam mengefisiensikan penggunaan bandwidth
  • Lebih kebal noise
Kelemahan NRZ :
  • Keberadaan komponen dc
  • Kurangnya kemampuan sinkronisasi
Aplikasi NRZ :
  • Umumnya digunakan untuk perekaman magnetik digital
  • Tidak banyak digunakan untuk transmisi sinyal
2. Multilevel Binary

Format pengodean ini diarahkan untuk mengatasi ketidak-efisienan kode NRZ. Kode ini menggunakan lebih dari 2 level sinyal.

Bipolar-AMI
  • Biner 0 ditampilkan melalui nonsinyal pada jalur. Biner 1 ditampilkan melalui pulsa positif atau negative
  • Pulsa biner 1 harus berganti-ganti polaritasnya
  • Kehilangan sinkronisasi tidak akan terjadi bila muncul string panjang 1 s
  • Tidak terdapat komponen dc murni
  • Bandwidth lebih sempit dibanding bandwidth NRZ
  • Banyak digunakan sebagai alat bantu untuk mendeteksi kesalahan
Pseudoternary
  • Biner 1 ditampilkan melalui nonsinyal pada jalur
  • Biner 0 ditampilkan melalui pulsa positif atau negative
Keunggulan Multilevel Binary :
  • Kemampuan sinkronisasi yang baik
  • Tidak mengandung komponen dc dan pemakaian bandwidth yang lebih kecil
  • Dapat menampung bit informasi yang lebih banyak.
3. Biphase

Biphase merupakan format pengkodean yang dkembangkan untuk mengatasi keterbatasan kode NRZ. Pada biphase digunakan dua teknik, yaitu Manchester dan Differensial Manchester

Manchester
  • Mempunyai transisi ditengah-tengah setiap periode bit
  • Transisi pertengahan bit bermanfaat sebagai mekanisme clock dan sekaligus sebagai data transisi
  • Transisi rendah ke tinggi menggambarkan 1
  • Transisi tinggi ke rendah menggambarkan 0
  • Ditetapkan untuk standar IEEE 802.3
Differential Manchester
  • Transisi pertengahan bit hanya digunakan untuk menyediakan clock
  • Transisi pada awal periode bit digambarkan dengan pengkodean 0
  • Terdapat inversi sinyal pada saat bit berikut adalah bit 0. Apabila bit berikut adalah bit 1, maka tidak ada inversi sinyal.
  • Ditetapkan untuk token ring IEEE 802.5 LAN menggunakan shielded twisted pair
4. Modulation rate

Modulation rate adalah kecepatan dimana elemen-elemen sinyal terbentuk.

5. Teknik scrambling

Digunakan untuk menempatkan deretan data yang akan menghasilkan level tegangan konstan yang telah diganti-kan oleh deretan data pengganti.

6. Bipolar with 8-Zeros Substitution (B8ZS)
  • Oktaf dari 0 muncul dan pulsa voltase terakhir positif maka dihasilkan 8 nol oktaf yang ditandai dengan 000+-0-+
  • Oktaf dari nol muncul dan pulsa voltase terakhir negatif maka dihasilkan 8 nol oktaf yang ditandai dengan 000-+0+-
  • Apabila terdapat 8 level tegangan nol berurutan, maka kedelapan level tegangan tersebut disubstitusi oleh level tegangan 000VB0VB
7. High-density bipolar-3 zeros (HDB3 )
  • Jika jumlah sinyal tidak nol setelah substitusi terakhir adalah ganjil, maka substitusi dilakukan dengan menggunakan level tegangan 000V.
  • Jika jumlah sinyal tidak nol setelah substitusi terakhir adalah genap, maka substitusi dilakukan dengan menggunakan level tegangan B00V.


More aboutMateri Jaringan Komputer - Teknik Pengkodean

Materi Jaringan Komputer - Transmisi Data dan Error Detection

Posted by Iqbal IDesainer



Transmisi Data

Kualitas transmisi data bergantung pada kualitas signal dan media yang digunakan. Data yang bisa ditransmisikan hanya data analog, sehingga data digital hahrus diubah menjadi sinyal analog terlebih dahulu. Setelah ditransmisikan data diubah lagi menjadi digital dan data tersebut tidak boleh berbeda. Semakin bagus hardware yang digunakan semakin cepat sampai datanya dikirim.
  • Twisted Wire, UTP dan STP yang biasanya terdapat dalam gedung karena mudah rusak bila terkena air
  • Coaxial, Lebih terlindung daripada twisted karena terdapat banyak lapisan
  • Fiber Optik, Kabel yang saat ini peling sering digunakan
  • Gelombang Mikro, untuk transmisi data yang jauh
  • Transmisi SatelitTransmisi ini sudah mulai ditinggalkan karena sudah beralih ke internet

Error Detection
  • Even Parity
Pengecekan secara asinkronos, setiap paket data dicek
Pada pengecekan ini data analog diubah menjadi digital. Jumlah bitnya yang dihitung, apabila bit bernilai 1 berjumlah genap maka ditambahkan 0, sedangkan kalau ganjil ditambah 1.

Contoh :
A -> B

A =      1001 - > 1001 0

            1101 -> 1101 1

  • Odd Parity
Sebenarnya odd parity merupakan kebalikan dari even parity. Jika jumlah bit 1 bernilai genap makan ditambahkan 1, sedangkan kalau ganjil ditambah 0.

Contoh:
A -> B

A =      1001 - > 1001 1

            1101 -> 1101 0

Kelebihan:
  1. Simple
  2. Lebih cepat karena berbasis biner
  3. Mudah direalisasikan dalam bentuk rangakaian
Kekurangan:
  1. kurang handal dalam mengatasi deteksi dan perbaikan eror
  2. kemungkinan kesalan besar 50%
  3. Belum dapat mengakomodir file ukuran besar
  4. Tak dapat mendeteksi kesalahan dalam jumlah genap

  • CRC
Teknik CRC ini adalah salah satu jenis pengkodean yang biasanya dikenal dengan pengkodean Cyclic. Dalam metode pengkodean CRC terdapat 3 parameter utama yang terlibat di dalam sistem yaitu:
  1. Pesan data sebagaimana halnya pada pengkodean blok linier panjang dari pesan data disimbolkan sebagai k bit
  2. Bit tambahan (redudancy bit) dengan panjang m bit,panjang m=nk.
  3. Generator yang akan digunakan sebagai acuan baik bagi sisi pengirim maupun sisi penerima,panjang generator disimbolkan sebagai g,dengan panjang g=m+1 bit.
  • Checksum
Pada Metode checksum, pengecekan dilakukan dengan melakukan penjumlahan pada sekumpulan data dan kemudian mengcomplement jumlah tersebut, kemudian hasil complement tersebut/checksum ditambahkan pada data sebagai sebuah karakter.
Pada reciever, akan dihitung ulang checksum-nya dan dilakukan perbandingan nilai/jumlah data yang dikirimkan dengan checksum. Bila terjadi perbedaan nilai antara kedua nilai ini, maka terjadi kesalahan/error dalam pengiriman data.

Perbedaan CRC dan Checksum
  1. CRC lebih teliti dari checksum dalam pengecekan laporan dan eror komputasi CRC lebih kompleks checksum mendeteksi perubahan tiap 1 bit, sedangkan CRC 2 bit
  2. CRC dapat mendeteksi lebih banyak eror checksum untuk validasi data ketika mengimplementasikan software
  3. CRC untuk evaluasi data pada transmisi data analog

  • Hamming Kode
Dalam penanganan kesalahan (error handling) bit terkirim tahapan utama dalam penerimaan data adalah deteksi kesalahan bit terkirim, selanjutnya dilakukan koreksi terhadap kesalahan (error).
 Perbaikan data bisa dilakukan oleh penerima atau pengirim melalui permintaan pengiriman ulang data, permintaan ini melalui sinyal NAK dari penerima ke pengirim.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa proses deteksi kesalahan melalui bit yang ditambahkan (redundant bit) ke dalam data, dengan metode pengkodean tersebut dapat ditentukan kesalahan bitnya. Sistem pengkodean yang lain yang dapat digunakan dalam komunikasi data adalah kode Hamming.
More aboutMateri Jaringan Komputer - Transmisi Data dan Error Detection

Materi Jaringan Komputer - Komunikasi Data

Posted by Iqbal IDesainer


Pengertian Komunikasi Data

Komunikasi data terdiri dari 2 kata yaitu komunikasi dan data, yang artinya penggabungan antara komunikasi umum antar manusia dan komunikasi data antar komputer atau perangkat digital.

Faktor yang mempengaruhi Komunikasi Data :
  1. Jumlah dan lokasi pemrosesan data
  2. Jumlah dan lokasi terminal (remote)
  3. Tipe transaksi
  4. Kepadatan lalu lintas tiap tipe transaksi. 
  5. Prioritas/ urgensi informasi yang disalurkan. 
  6. Pola lalu lintas
  7. Keandalan sistem yang digunakan. 
  8. Revenue yang mungkin didapat.
Standart Komunikasi Data :
  • Kompatibilitas penuh antara dua peralatan setara.
  • Bisa melayani banyak peralatan dengan kemampuan berbeda-beda
  • Berlaku umum dan mudah untuk dipelajari atau diterapkan
Bentuk Komunikasi Data

Ada dua jenis bentuk komunikasi data yaitu Sistem Komunikasi Off-Line dan Sistem Komunikasi On-Line. Perbedaannya ialah, dalam Sistem Komunikasi Off-Line data tidak langsung diproses oleh komputer unit sedangkan pada Sistem komunikasi On-Line data akan langsung diproses.

Model Komunikasi Data :
  • Sumber, Menghasilkan data untuk ditransmisikan
  • Pemancar, Mengubah data menjadi sinyal yg dapat dipancarkan
  • Sistem Transmisi, Membawa data
  • Penerima, Mengubah sinyal yg diterima menjadi data
  • Tujuan, Pengambilan data
Terminal Komunikasi Data, Dalam pengiriman dan penerimaan data yang dikirimkan diperlukan sebuah perangkat yang disebut Terminal Data (Data Terminal Equipment)

Tugas Komunikasi Data :
  • Pemanfaatan sistem transmisi
  • Interfacing
  • Generasi sinyal
  • Sinkronisasi
  • Pertukaran manajemen
  • Koreksi dan deteksi error
  • Flow control
  • Pengalamatan
  • Routing
  • Recovery
  • Format pesan
  • Keamanan
  • Manajemen jaringan
Kendala Komunikasi Data :
  1. System Response Time, Ukuran kecepatan sistem.
  2. Throughput, Ukuran beban dari sistem
  3. Human Factor, Yang menentukan lancar-tidaknya suatu sistem
Jenis Komunikasi Data :
  • Simplex, Komunikasi Satu jalur
  • Half Duplex, Komunikasi dua jalur, namun saling bergantian dan tidak dapat dalam satu waktu
  • Full Duplex, Komunikasi dua jalur dan dapat berjalan dalam waktu yang sama


Pengertian Jaringan

Jaringan adalah gabungan/rangkaian dari perangkat computer yang dapat berbagi sumber daya Bersama dengan memanfaatkan komunikasi data antar satu atau lebih perangkat yang berhubungan

Klasifikasi Jaringan :
  • LAN (Local Area Network), Jaringan computer tingkat local, biasanya hanya satu gedung atau gabungan beberapa gedung
  • MAN (Metropolitan Area Network), Jaringan yang mencakup satu atau lebih kota, dapat mengcakup satu kampus, perkantoran, pemerintahan atau jenis lainnya.
  • WAN (Wide Area Network), Jaringan luas yang dapat mencakup beberapa negara bahkan benua.

More aboutMateri Jaringan Komputer - Komunikasi Data

Cari Artikel di Label Blog Ini

Anime (8) Anti Virus (30) Ayo Dance (12) Browser (25) Food (7) Games (56) Hacker (14) Knowledge (484) Media Player (18) Misteri (78) Ninja Saga (41) Other (126) Pendidikan (129) Point Blank (334) Serba 7 (58) Sofware (157) Tips (179) Tips Blog (44) Tips Komputer (27)