Tampilkan postingan dengan label Chipset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chipset. Tampilkan semua postingan

ASUS Luncurkan Motherboard Seri Republic of Gamers Rampage IV Formula

Posted by Iqbal IDesainer


CHIP Online - ASUS Luncurkan Motherboard Seri Republic of Gamers Rampage IV Formula



Taipei, Taiwan - Setelah sebelumnya ASUS menghadirkan motherboard Rampage III Black Edition, kali ini Republic of Gamers (ROG) memperkenalkan kehadiran motherboard Rampage IV Formula. Motherboard seri terbaru dari ROG ini hadir dengan 2 macam, yaitu Rampage IV Formula dan Rampage IV Formula/Battlefield 3, dirancang untuk memberikan kepuasan gaming secara maksimal (24/11)

Rampage IV Formula didukung dengan chipset Intel X79 dan teknologi audio Supreme III yang menghadirkan suara 8-channel HD dengan kapasitor 1.500uF, serta dukungan LAN gaming teknologi Intel Gigabit Ethernet yang telah dilengkapi dengan teknologi GameFirst. Selain itu hadir pula dukungan 4-way NVIDIA SLI dan MAD CrossFireX yang memberikan kinerja grafis dan overclocking. Bonus pada paket Rampage IV Formula/Battlefield 3 juga menghadirkan game full version Battlefield 3 dari EA.

Fitur tambahan lainnya pada motherboard Rampage IV Formula dimana telah dilengkapi dengan Extreme Engine DIGI+ II dengan 10K Black Metallic Capacitor yang memungkinkan gamer untuk memaksimalkan sistem dengan stabil. Kehadiran X-Socket juga memungkinkan pengguna untuk menggunakan CPU cooler pada prosesor LGA 1366, sangat cocok untuk gamer yang melakukan upgrade dari X58 namun tetap ingin menggunakan solusi pendingin terbaik yang telah dimiliki sebelumnya.

Spesifikasi

CHIP Online - ASUS Luncurkan Motherboard Seri Republic of Gamers Rampage IV Formula

Kalo ingin Copy/Paste Sertakan Sumbernya ya...
Created Post By www.iqbalblogger.blogspot.com
 dengan begini berarti anda menghargai kerja keras kami... Terima Kasih


More about → ASUS Luncurkan Motherboard Seri Republic of Gamers Rampage IV Formula

Kaspersky Luncurkan Kaspersky Endpoint Security 8 dan Security Center 9

Posted by Iqbal IDesainer



CHIP Online - Kaspersky Luncurkan Kaspersky Endpoint Security 8 dan Security Center 9
Peluncuran Kaspersky Endpoint Security 8 for Windows dan Kaspersky Security Center 9 dihadiri oleh Jimmy Fong selaku Channel Sales Director for Kaspersky Lab SEA, Gun Suk Ling selaku Director of Corporate Sales Kaspersky Lab APAC dan Peter Beardmore selaku Senior Director of Product Marketing Kaspersky Lab yang didampingi oleh kedua SPG Kaspersky berbaju hijau (foto kiri-kanan).
CHIP Online - Kaspersky Luncurkan Kaspersky Endpoint Security 8 dan Security Center 9
Jimmy Fong membuka acara peluncuran yang diikuti oleh Peter Beardmore yang memaparkan fitur Application Control dimana mencakup 4 poin penting seperti Application Monitor, Application Startup, Application Privilege, dan Vulnerability Monitor.
CHIP Online - Kaspersky Luncurkan Kaspersky Endpoint Security 8 dan Security Center 9
Gun Suk Ling memaparkan mengenai pergerakkan malware yang meningkat terus setiap saat. Beliau juga mengungkapkan mengenai besarnya pertumbuhan penggunaan pada perangkat bergerak yang seyogyanya diwaspadai pula oleh masyarakat saat ini, dimana tidak saja keamanan pada perangkat PC, namun diperlukan juga keamanan anti-virus pada perangkat bergerak seperti ponsel pintar dan tablet. Karena perangkat bergerak ini sudah menjadi sebuah kebutuhan yang diakses setiap waktu oleh penggunanya, dan sangat rentan terkena sejumlah malware, yang pada akhirnya dapat menyebar ke perangkat PC saat dilakukan sinkronisasi atau terhubung dengan PC.
CHIP Online - Kaspersky Luncurkan Kaspersky Endpoint Security 8 dan Security Center 9
Kaspersky Endpoint Security 8 for Windows dan Kaspersky Security Center 9 menghadirkan serangkaian perlindungan cerdas dengan memanfaatkan fitur-fitur terbarunya seperti:
  • Enhanced Protection: engine anti-virus terbaru yang menggabungkan teknologi patter-based signature yang ditingkatkan, menawarkan deteksi malware secara efisien dengan ukuran update yang lebih kecil.
  • Integration with the cloud: Kaspersky Endpoint Security 8 for Windows terintegrasi dengan Kaspersky Security Network, database ancaman berbasis cloud yang mengumpulkan dan saling bertukar file, reputasi URL dan informasi malware secara real-time.
  • Apllication Control dan Whitelisting yang memperkuat posisi keamanan perusahaan terhadap serangan yang ditargetkan dengan membantu admnitrator TI dalam menetapkan berbagai kebijakan penggunaan. Fitur seperti Application Startup Control, Application Privilege Control, Application Vulnerability Monitor.
  • Endpoint Control: Solusi yang menyedeiakan alat yang efektid untuk meengontrol perangkat dan penyaringan web, memberlakukan kebijakan keamanan perusahaan dalam rangka mengurangi serangan pada permukaan. Terdapat fitur Device Control dan Web Filtering.
  • Intelligent Personal Firewall dan Intrusion Detection System untuk meningkatkan perlindungan dari serangan jaringan, terlepas dari jenik koneksi ataupun lokasi.
  • Manageability, scalabilty dan virtualization support, dimana hadirnya Kaspersky Security Center merupakan sistem manajemen keamanan terpusat yang dapat menghasilkan laporan pada semua aspek keamanan TI.
More about → Kaspersky Luncurkan Kaspersky Endpoint Security 8 dan Security Center 9

AMD Athlon II X4 645

Posted by Iqbal IDesainer

       Nama Athlon dalam penamaan yang diberikan oleh AMD memang bukan merupakan hal yang baru. Penamaan tersebut terus dipakai sejak AMD mulai memasarkan prosesor single-core. Hingga kini nama tersebut tetap dipakai dalam line-up produk mereka. Salah satunya produk prosesor yang diuji kali ini, AMD Athlon II X4 645.

Dilihat dari penamaannya, prosesor ini merupakan penerus prosesor quad core dari AMD yang tergabung dalam keluarga Athlon. Dalam hal kecepatan, prosesor ini termasuk yang tertinggi dengan frekuensi kerja yang mencapai 3,1 GHz. Apabila dibandingkan dengan prosesor AMD Athlon II X4 640 yang sebelumnya telah beredar, prosesor ini memiliki frekuensi kerja yang lebih tinggi 100 MHz.
Walaupun terdapat kenaikan frekuensi kerja, hal tersebut tidak mempengaruhi TDP-nya yang masih sebesar  95 w.Seperti seri Athlon II sebelumnya, Athlon II X4 645 hanya memiliki L2 Cache sebesar 512KB untuk tiap core di dalamnya, dan tidak memiliki L3 Cache.

Dalam pengujian, prosesor ini menghasilkan score 3,48 point pada CineBench R11.5, dan pada pengujian real world yang diwakili WinRAR dan Me- diaShow, prosesor ini mampu menyelesaikan tugas dalam waktu 4 menit 43 detik dan 1 menit 17 detik.

Hasil tersebut menunjukkan keunggulan performa antara X4 645 dan Athlon II X4 640 yang hanya terpaut tipis. Hal ini bukanlah hal yang mengejutkan karena perbedaan keduanya hanya terletak pada clock speed semata.
More about → AMD Athlon II X4 645

Phenom II: Overclocking

Posted by Iqbal IDesainer

Northbridge dan Kontroler Memori

Seperti sudah dibahas sebelumnya, Phenom II menjalankan  northbridge sedikit lebih lambat dari pendahulunya. Bila northbridge/kontroler memori Phenom berjalan pada kecepatan 1,8 dan 2 GHz, Phenom II kembali hanya berjalan pada kecepatan 1,8 GHz. Dari pengalaman CHIP meng-overclock Phenom 9950BE, northbridge/kontroler memori pada prosesor ini bisa berjalan hingga kecepatan 2,4 GHz tanpa merubah voltase northbridge. Akan tetapi, kecepatan northbridge/kontroler memori terbatas di sekitar 2,2 hingga 2,3 GHz untuk Phenom II.

HyperTransport

Beralih ke HyperTransport, pengalaman dengan Phenom II menunjukkan bahwa setting Hypertransport (kecepatan dan multiplier) sangat bergantung pada motherboard dan BIOS yang digunakan. Dari dua motherboard AMD790GX yang dicoba oleh CHIP dengan Phenom II, keduanya menunjukkan perilaku berbeda. MSI DKA790GX Platinum tidak bisa berjalan dengan kecepatan Hypertransport di atas 210 MHz, sehingga Anda harus memainkan multiplier prosesor. Sebaliknya, Gigabyte MA790GP-DS4H bahkan mampu menjalankan HyperTransport di kecepatan 275 MHz (dengan multiplier 8x) tanpa masalah.
Jelas kedua motherboard dan BIOS-nya ditujukan untuk kalangan yang berbeda. Mereka yang rela berinvestasi membeli Phenom II 940 Black Edition (ataupun prosesor Black Edition lainnya) akan lebih menyukai MSI DKA790GX, karena overclocking “dibatasi” ke perubahan multiplier. Buat mereka yang tidak memiliki prosesor versi Black Edition, Gigabyte MA790GP-DS4H menawarkan banyak opsi untuk “memeras” sebanyak mungkin kinerja dari prosesor dan sistem.

Kombinasi Terbaik

Pertama-tama, kita berbicara kombinasi terbaik di MSI DKA790GX Platinum. Kecepatan 3,7 GHz adalah clock tertinggi yang bisa dicapai dalam batas voltase maksimum yang aman menurut AMD (1,5 /1,55 volt). Kemungkinan besar, angka tersebut harus digunakan bila Anda juga meng-overclock northbridge/kontroler memori ke 2,2 GHz. Prosesor dan motherboard ini sama sekali tidak mau booting dengan  kecepatan northbridge/kontroler memori 2,4 GHz ke atas.
Selain meningkatkan voltase prosesor (tetapi tidak VDD), Anda juga harus meningkatkan voltase northbridge dan HyperTransport. Pengalaman CHIP dengan MSI DKA790GX dan unit sampel Phenom II 940 BE yang diterima CHIP menunjukkan voltase 1,35 v sudah mencukupi. Bahkan, Anda sebenarnya tidak terlalu perlu menaikkan voltase HyperTransport bila clock HyperTransport tidak diubah.
Kecepatan yang sama (3,7 GHz) juga didapat dengan Gigabyte MA790GP-DS4H. Dengan HyperTranpsort di kecepatan 275 MHz, multiplier prosesor dikunci di 13,5x, sementara northbridge dan HyperTransport dikunci di 8x (2,2 GHz). Penggunaan clock HyperTransport lebih tinggi membantu memberikan tambahan kinerja. Oleh karena itu, kombinasi Phenom II 940 dan Gigabyte MA790GP-DS4H lebih cepat dari kombinasi prosesor yang sama dengan MSI DKA790GX Platinum. Kelebihan lainnya yang dimiliki Gigabyte adalah untuk mencapai kombinasi ini, Anda hanya perlu merubah voltase prosesor menjadi 1,425 atau 1,45 v.

Clock di atas 3,7 GHz

CHIP yakin, dengan prosesor yang tepat dan solusi pendingin yang cukup, Phenom II 940 bisa mencapai kecepatan 4 GHz tanpa water cooling. Di atas 4 GHz, voltase yang harus digunakan memaksa Anda harus beralih ke solusi cooling lebih efektif seperti water cooling. Yang jelas terlihat dari pengalaman CHIP dengan Phenom II adalah pentingnya peranan motherboard, terutama pendinginan chipset dan komponen listrik (power phase). Pada awal percobaan overclocking, Phenom II di 3,7 GHz tidak selalu berjalan stabil (satu kali BSOD di PCMark 05, satu kali BSOD di Crysis dan GTA IV). Namun, masalah-masalah ini hanya terjadi setelah beberapa waktu, yang menandakan bahwa ada komponen yang “menimbun” panas.

Underclocking dan Undervolting

Selain overclocking, CHIP juga ingin melihat seberapa efisien Phenom II saat berjalan lebih lambat, terutama dari segi setting voltase dan clock yang didapat, serta suhu operasi dan konsumsi daya. Pengujian ini seluruhnya dilakukan di motherboard Gigabyte MA790GP-DS4H. Bila untuk mencapai clock 3,7 GHz, Phenom II membutuhkan voltase 1,425 hingga 1,5 v, berapa yang diperlukan di clock lebih rendah?
Walau secara teori, Phenom II bisa berjalan di kecepatan lebih rendah dari 1,6 GHz, prosesor ini tidak mau booting di voltase lebih rendah dari 0,9 v. Seperti pernah disebutkan sebelumnya, AMD menggunakan voltase 0,9 v sebagai voltase default Phenom II saat Cool n Quiet aktif dan prosesor berjalan di kecepatan 800 MHz. Dari segi tersebut, sampel Phenom II 940 Black Edition yang diterima CHIP ini cukup baik. Prosesor ini bisa berjalan dua kali lebih cepat (1,6 GHz) dengan voltase yang nyaris sama.
Di clock 3 GHz, Phenom II 940 Black Edition sebenarnya hanya memerlukan voltase sebesar 1,2 v. Jadi, voltase tambahan sekitar 0,3 v dibutuhkan dari kecepatan 1,6 GHz ke 3 GHz. Akan tetapi, di atas 3 GHz, voltase yang dibutuhkan prosesor naik tajam. Mengejutkan? Tidak juga, hal yang sama sudah terlihat pada prosesor-prosesor dual core Athlon X2 65 nm di kisaran clock yang sama terdahulu.
Bagaimana dengan konsumsi daya? Tabel di bawah memberikan kita gambaran yang menarik.
Untuk mempermudah, mari kita normalkan nilai di atas dengan nilai di 1,6 GHz sebagai dasar (100 %).
Dengan tabel di atas, kita bisa lebih mudah melihat bahwa lompatan dari 1,6 GHz ke 3 GHz serta dari 3 GHz ke 3,5 GHz kurang lebih sama. Kedua grafik di atas menempatkan data tabel dalam perspektif yang lebih mudah dimengerti – Anda akan membutuhkan tambahan voltase dan “menikmati” peningkatan konsumsi daya yang sama dari 1,6 GHz ke 3 GHz dan 3 GHz ke 3,5 GHz. Grafik kedua memperlihatkan kecenderungan bahwa Phenom II membutuhkan voltase jauh lebih tinggi di atas 3 GHz dan 3,5 GHz. Dari data ini, jelas terlihat alasan mengapa AMD memilih membatasi clock Phenom II di 3 GHz – titik ini adalah titik paling optimal dari segi kinerja, voltase dan konsumsi daya.
Sekarang, bandingkan suhu operasi Phenom II 940 di 3 GHz dan 3,7 GHz pada suhu ruangan 28º Celsius.
Kita normalkan kembali, dengan Phenom II 940 3 GHz sebagai dasar.

Baik, dengan heatsink yang sama (Noctua NH-U12P), Phenom II di 3,7 GHz sekitar 50 % lebih panas, baik saat idle maupun full load. Untuk informasi saja, bila kita membandingkan suhu operasi di 1,6 GHz dengan 3 GHz, kita melihat peningkatan yang kurang lebih sama (idle 17º Celsius, full load 24 Celsius). Tanpa fan, suhu Phenom II bisa mencapai angka sekitar 43º Celsius saat full load, namun membutuhkan beban konstan di keempat core dalam jangka waktu yang sangat lama (20 menit).

Catatan Tambahan: Sideport dan AMD790GX

Pengujian di atas semuanya dilakukan dengan graphics card addon. Saat pengujian dilakukan dengan graphics card onboard, gambar di layar menunjukkan artifak. Hal ini bisa disebabkan oleh dua hal: voltase terlalu rendah dan Anda hanya menggunakan memori Sideport dan bukan UMA+Sideport. Bila artifak muncul bahkan saat di BIOS, Anda harus meningkatkan voltase prosesor. Dengan platform yang diuji CHIP, menambahkan 0,1 v sudah mencukupi. Walau konsumsi daya prosesor sedikit naik, konsumsi daya yang dihemat dengan menggunakan graphics card onboard sangat besar sehingga efek bersihnya tetap signifikan. Bila artifak hanya muncul dalam game, kemungkinan besar Anda hanya mengaktifkan mode Sideport. Gunakan mode UMA+Sideport untuk mengatasi masalah ini. Untuk mendapat kinerja optimal, gunakan mode interleaving dengan rasio sebesar mungkin.
Pengalaman CHIP memperlihatkan bahwa kombinasi Phenom II 940 Black Edition di kecepatan 1,6 GHz dan graphics card onboard AMD790GX dengan setting optimal masih dapat memainkan Crysis di setting low pada resolusi 1024×768 dengan cukup baik (average frame rate 32 fps). Ada beberapa saat di mana frame rate turun ke 15 fps, namun ada juga saat-saat dimana frame rate bisa mencapai 45 fps.

Phenom II: Kinerja di 3,7 GHz

Baik, kini saatnya melihat kinerja yang dapat dicapai oleh Phenom II 940 dengan overclocking. Untuk pengujian ini, motherboard yang digunakan dengan Phenom II adalah Gigabyte MA-790GP-DS4H.
Sebelumnya, inilah platform pengujian yang digunakan CHIP.
  • Prosesor: Intel Core i7 965 Extreme Edition (3,2 GHz), Intel Core 2 Quad QX9650 (3 GHz, 2,83 GHz, 2,67 GHz dengan FSB 333 MHz – efektif 1333 MHz), AMD Phenom 9950 Black Edition (3 GHz)
  • Memori: 2×1 GB DDR2-1066 5-5-5-16 DDR2, 3×1 GB DDR3-1600 9-9-9-24 (di 1066 7-7-7-21)
  • Motherboard: MSI X58 Eclipse, MSI P35 Neo, Gigabyte MA-790GP-DS4H
  • Graphics card: Radeon HD4870 512 MB, GeForce GTX280
  • Hard disk: Western Digital Caviar 160 GB 7200 rpm 1600AAJS
  • Sistem Operasi: Windows Vista Ultimate SP1 32 bit
  • Driver: Intel Chipset Software Instalation 9.0.0.1009, Catalyst Control Center 8.12 (bukan hotfix)
  • Software Benchmark: PCMark 05, PCMark Vantage, 3DMark 06, 3DMark Vantage
  • Game: FEAR 1.08, Quake 4 1.42, Crysis 1.2, Fallout 1.1, Farcry2, GTA IV
Untuk mempermudah perbandingan, hasil pengujian dengan platform pembanding (Core 2 Quad dan Core i7) juga ditampilkan. Semua pembanding ini berjalan pada kecepatan default dan graphics card yang digunakan adalah Radeon HD4870.

Dengan clock 3,7 GHz, Phenom II bisa mendekati bahkan melampaui Core 2 Quad Q9400 dengan clock 2,67 GHz di dua pengujian – Music dan Memories. Hasil pengujian HDD tidak berubah.
3DMark terbukti lebih sensitif terhadap percobaan overclocking Phenom II. Kini, Phenom II 940 yang berjalan 3,7 GHz menawarkan kinerja lebih tinggi daripada Core 2 Quad Q9650 di Vantage, bahkan daripada Core i7 965 di 3DMark 06. Clock HT yang cukup tinggi lebih banyak mempengaruhi hasil pengujian CPU Test 3DMark 06.
Bagaimana kinerja sebenarnya dalam game? Mari kita lihat tabel di bawah ini.
Seperti yang terlihat sebelumnya pada 3DMark, Phenom II 940 di 3,7 GHz kembali menawarkan kinerja lebih tinggi dari Core 2 Quad Q9650. Perbedaan terbesar terlihat di Quake 4, 46 fps atau sekitar 15 % lebih cepat.
Pada Crysis, kita tidak melihat perbedaan besar antara semua prosesor yang diuji. Sebenarnya, ini adalah kabar baik. Seperti sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, graphics card yang digunakan berbeda, yaitu sebuah GeForce GTX280.

Kesimpulan

Dibandingkan pendahulunya, Phenom II juga memberikan tambahan ruangan overclocking. Dengan air cooling dan voltase 1,35 v, kecepatan 3,5 GHz cukup mudah dicapai asalkan Anda mendapat pasangan motherboard yang tepat. Kecepatan 3,7 GHz bisa dicapai dengan sedikit tambahan voltase dan bila Anda bersedia menaikkan voltase di atas batas aman yang disarankan AMD. Jika Anda bersedia,  bahkan kecepatan 4 GHz pun bisa dicapai. Walaupun begitu, titik yang memberikan kombinasi terbaik antara kinerja, suhu operasi dan konsumsi daya adalah 3,5 GHz.
Namun, bila dibandingkan dengan Core 2 Quad, potensi overclocking Phenom II tidak terlalu mengesankan. Terlebih mengingat prosesor-prosesor seperti Core 2 Quad Q9400 dan Q9550 dengan harga yang relatif sama tidak hanya bisa mencapai clock lebih tinggi, tetapi juga menawarkan kinerja per clock lebih tinggi dari Phenom II. Selain itu, saat di-overclock, Phenom II kehilangan daya tarik uniknya yaitu suhu operasi lebih dingin.
More about → Phenom II: Overclocking

Prosessor Intel Core i7

Posted by Iqbal IDesainer

IMC (Integrated Memory Controller) & Triple Channel DDR3

Perbedaan mendasar antara teknologi Core i7 dengan teknologi Core 2 Duo/Core2 Quad terletak pada IMC (Integrated Memory Controller). Pada Core2 Duo/Core 2 Quad, IMC tertanam di dalam chipset (X38, X48, P45, dan sebagainya). Hal ini menyebabkan kemampuan throughput dari memory sangat tergantung dari kemampuan chipset. Sedangkan pada Core i7, IMC dipindahkan ke prosesor sehingga chipset secara teoritis dapat bekerja lebih ringan dan throughput kecepatan memory bandwidth lebih cepat karena tidak perlu lagi melewati chipset (Northbridge).

Perbedaan arsitektur Core 2 Duo/Core2 Quad dengan Core i7

Front Side Bus 1066, 1333 dan 1600 MHz yang dikenal pada prosessor Core2 Duo/Core2 Quad berganti menjadi QPI (Quick Path Interconnect) pada Core i7. Demikian juga kecepatan FSB yang dulunya maksimal 1.6 GT/s berlipat menjadi 6.4 GT/s. Hal ini dikarenakan kecepatan memory controller internal pada CPU lebih efektif dibandingkan memory controller pada Northbridge, belum lagi ditambah implementasi Triple Channel DDR3 pada platform Core i7. Walaupun, manfaat atau efek implementasi Triple Channel DDR3 ini masih belum begitu signifikan pada aplikasi nyata.
Sebagai tambahan, pada Core i7 Intel kembali mengimplementasikan teknologi Hyperthreading (HT) atau juga dikenal Simultaneous Multi Threading (SMT). Total inti prosessor pada Core i7 berjumlah 4 buah inti (core) dan masing masing inti memiliki SMT, sehingga total ada 8 thread pada sebuah prosessor Core i7.

QPI (Quick Path Interconnect)

QPI adalah kecepatan bus pengganti FSB, kalau FSB adalah jalur transmisi data antara chipset, prosessor dan memory, QPI lebih sederhana lagi. QPI adalah kecepatan transmisi data dari prosessor ke chipset. Bila sebelumnya kita mengenal Northbridge sebagai chipset yang mengatur prosessor, memory dan jalur PCI-E, maka pada Core i7, chipset dikenal dengan nama IOH (Input-Output Hub) yang bertugas sebagai jalur input dan output dari seluruh sistem.

Bclk (CPU Host Frequency) & CPU Multiplier

Total clock atau total frekuensi sebuah prosessor Core i7 adalah hasil dari perkalian CPU Host Frequency (Bclk) dengan CPU Multiplier (CPU Ratio). Sebagai contoh, sebuah prosessor Core i7-965 Extreme Edition memiliki kecepatan sebesar 3.2 GHz, kecepatan ini berasal dari hasil perkalian 24 (CPU Ratio) dengan 133 MHz (Bclk).
24 x 133 MHz  = 3192 MHz (dibulatkan menjadi 3200 MHz)
Untuk mengubah settingan ini di dalam BIOS (penulis menggunakan motherboard GIGABYTE EX58-Extreme) masuk ke sub menu M.I.T. Disitu ada pilihan perubahan frekuensi Bclk dari 1 hingga 1200 dan CPU Clock Ratio dari 1x hingga 44x (tergantung dari jenis prosessor yang dipakai). Perubahan pada angka Bclk otomatis akan mengubah frekuensi total prosessor.
Contoh :

24 x 150 MHz  = 3600 MHz  (3.6 GHz)

Dengan mengubah Bclk (CPU Host Frequency) dari 133 menjadi 150, Anda akan mendapatkan kecepatan prosessor sebesar 3600 MHz (3.6GHz). Nilai ini 400 MHz lebih tinggi dari kecepatan standar prosessor Core i7-965 Extreme Edition.
Khusus untuk Core i7-965 Extreme, overclocking juga dapat dilakukan dengan mengubah nilai CPU Ratio atau CPU Multiplier.
Contoh :

28 x 133 MHz  = 3724 MHz (3.724 GHz)

Dengan mengubah nilai CPU Clock Ratio dari 24 menjadi 28, akan didapatkan frekuensi prosessor sebesar 3724 MHz dari kecepatan standar 3200 MHz. Sekali lagi perlu diperhatikan, overclocking dengan mengubah CPU Clock Ratio hanya berlaku untuk prosessor jenis Core i7-965 Extreme. Untuk Core i7-920 dan 940 CPU Clock Ratio tidak dapat diubah ke angka yang lebih tinggi, karena secara fabrikasi Intel telah mengunci CPU Clock Ratio. Untuk Core i7-920 dan 940, overclocking hanya dapat dilakukan dengan mengubah CPU Host Frequency (Bclk).
Perlu diingat, pada kondisi ter-overclock, faktor kestabilan sistem harus diperhatikan. Ketidakstabilan dapat terjadi karena banyak hal, salah satunya diakibatkan kecepatan QPI yang ikut naik (bila Bclk yang dinaikkan), faktor lainnya adalah kecepatan DDR3 dan Uncore Frequency yang ikut naik dari standarnya.
Gambarannya dapat dilihat di bawah ini
QPI standar prosessor Intel Core i7-965 Extreme adalah 6.4 GT/s dengan Bclk sebesar 133 MHz, Uncore Frequency 2.66 GHz dan DDR3 pada kecepatan 1333 MHz. Perhatikan gambar di atas, jika Bclk dinaikkan sebesar 150 MHz akan berdampak pada naiknya frekuensi QPI, Uncore dan DDR3, ketiga komponen ini erat dan saling ketergantungan dengan Bclk. Bila salah satu dari ketiga komponen ini bekerja pada kondisi tidak normal atau pada kecepatan lebih tinggi dari standar dan toleransi telah terlewati akan menyebabkan ketidakstabilan pada system. Contoh ketidakstabilan system berupa restart tanpa sebab, tidak dapat masuk ke operating system, aplikasi sering error dan masih banyak lagi. Untuk mengatasi ketidakstabilan system teroverlock, disediakan divider atau ratio pada masing masing komponen QPI, Uncore dan DDR3.

QPI Link Speed.

Nilai QPI Bus diperoleh dari hasil perkalian Bclk dengan QPI Multiplier (QPI Link Speed). Pada kondisi Bclk berjalan pada kecepatan lebih tinggi dari standar (overclock), QPI Bus juga akan ikut teroverclock. QPI Multiplier pada kondisi default untuk Core i7-965 XE adalah 48, dengan Bclk 133 MHz, maka 48 x 133 MHz = 6.384 GT/s (dibulatkan menjadi 6.4 GT/s). Sedangkan pada prosessor Core i7 -920 dan Core i7, QPI Bus lebih rendah, yaitu 4.8 GT/s, diperoleh dari perkalian 36 x 133 MHz, artinya Core i7-920 dan 940 memiliki QPI Multiplier standar sebesar 36.
Ketika melakukan overclock melalui Bclk, dimana kecepatan Bclk dinaikkan dari kondisi normal, misalnya 150 MHz, QPI Bus menjadi 48 x 150 MHz = 7200 (7.2 GT/s), terkadang terjadi ketidakstabilan sistem pada kondisi QPI Bus setinggi ini. Untuk mengatasi masalah tersebut serta meningkatkan kestabilan sistem, bisa  Anda dapat menaikkan pasokan tegangan (voltase) pada VTT dan PLL. Ini bisa Anda lakukan dari BIOS, pada submenu MIT pilih QPI PLL Voltage atau QPI VTT.
PERHATIAN: Perubahan tegangan ini hanya dapat dilakukan bila Anda menggunakan cooling non standar Intel atau 3rd party cooling dengan performa tinggi. Naikkan tegangan sedikit demi sedikit dan selalu uji kestabilan sistem dengan benchmark.
Jika pilihan menaikkan tegangan terlalu beresiko, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah/menurunkan nilai QPI Link Speed, di BIOS disediakan beberapa multiplier mulai dari AUTO, x36, x44, x48 dan Slow Mode.
Selain itu, dengan menurunkan QPI Link Speed, perolehan Bclk serta total clock prosessor  juga akan lebih tinggi karena QPI Bus masih dalam batas toleransi.
Di bawah ini dapat dilihat tabel QPI Bus dengan berbagai kemungkinan Bclk, CPU Ratio dan QPI Link Speed.


Uncore Frequency

Uncore Frequency berhubungan dengan kecepatan L3 Cache sekaligus memiliki ikatan yang erat dengan QPI dan IMC. Semakin tinggi Uncore Frequency maka kinerja akan semakin tinggi, meski pada kecepatan prosessornya sama. Gambar di bawah ini akan menjelaskan posisi Uncore pada sebuah prosessor Core i7.
Uncore Frequency diperoleh dari hasil perkalian : Bclk x Uncore Multiplier. Pada kondisi standar, Bclk 133 MHz, Uncore Multiplier bernilai 12, sehingga Uncore Frequency menjadi 1600 MHz. Pilihan Uncore Multiplier disediakan di BIOS dari 12 hingga 30. Jika ingin menaikkan kecepatan Uncore, Anda tinggal ubah nilai Uncore Multiplier ke angka yang lebih besar. Limitasi Uncore untuk pendingin berbasis udara atau air (Heatsink Fan atau Watercooling) sekitar 4000 Mhz sampai 4100 MHz. Sedangkan jika menggunakan pendingin subzero (Dry Ice, Phase Change atau Liquid Nitrogen), limitasi Uncore ada pada angka 4500 MHz sampai 4600 MHz.

Memory Multiplier

Faktor penting terakhir dalam overclocking Intel Core i7 adalah Memory Multiplier. Prosessor berkecepatan tinggi (dibaca : clock), akan memiliki performa yang tidak seimbang bila tidak diikuti dengan kecepatan memory yang tinggi juga. Disini memory multiplier memegang peranan. Dua buah sistem dengan prosesor yang sama dan kecepatan clocknya sama bisa berbeda dalam hal kinerja karena perbedaan frekuensi memory.
Di bawah ini terdapat tabel kalkulasi divider dan kecepatan memory. Motherboard yang digunakan adalah GIGABYTE EX58 Extreme, sehingga tabel ini diperuntukan hanya untuk motherboard tersebut.


Multiplier Memory dapat diubah dari BIOS pada pilihan System Memory Multiplier di dalam sub menu MIT. Multiplier yang disediakan mulai dari 6.0, 8.0, 10.0, 12.0, 14.0, 16.0 dan 18.0. Misalkan Core i7-965XE dengan Bclk 133 MHz berjalan pada kondisi standar, memory berjalan pada kecepatan 1333 MHz. Hal ini berarti multiplier memory bekerja pada 10.0. Jika ingin menaikkan performa sistem tanpa menaikkan kecepatan Bclk atau CPU Ratio, naikkan saja memory multiplier ke angka multiplier yang lebih tinggi. Untuk mencapai hal ini tentu saja dibutuhkan memory DDR3 yang mampu berjalan lebih tinggi.
CONTOH:  Sebuah sistem berbasis Intel Core i7 menggunakan memory DDR3 Triple Channel 1600 MHz. Ketika dipasangkan pada kondisi standar, BIOS akan tetap mengenalinya sebagai DDR3-1333, multiplier memory yang bekerja pada multi 10. Alangkah mubazirnya, kecepatan memory setinggi ini hanya berjalan pada 1333 MHz. Untuk dapat memanfaatkan kecepatan 1600 sesuai standarisasi pabrik memory, memory multiplier dapat diubah menjadi 12.00, sehingga kecepatan memory berjalan pada 1600 MHz ( 133 MHz x 12.0). Kecepatan memory juga akan ikut berubah, bila Bclk dinaikkan. Contoh Bclk pada kecepatan 150 MHz dengan memory multiplier 12, total kecepatan memory yang diperoleh akan menjadi 150 Mhz x 12.0 = 1800 MHz.

Mitos Tegangan Overclocking Intel Core i7

Tegangan atau voltase mutlak diperlukan untuk overclocking. Tegangan tidak hanya berperan dalam pencapaian overclocking, namun juga berpengaruh besar pada kestabilan overclocking itu sendiri. Mitos-mitos menyangkut tegangan seperti tegangan memory jangan lebih dari 1.65 volt, karena dapat merusak prosesor memang ada benarnya. Bila dilihat dari arsitektur Core i7 sendiri, IMC sudah terintegrasi pada prosesor, dampak dari pemberian tegangan memory yang berlebihan akan dapat merusak IMC sekaligus prosessor itu sendiri. Hal ini sebelumnya sudah terjadi pada AMD. Untuk menghindari hal tersebut para produsen motherboard AMD membatasi pilihan tegangan memory untuk menghindari rusaknya IMC pada prosesor. Lalu, bagaimana nasib memory memory DDR3 yang memiliki tegangan operasional diatas 1.65 volt ? Apakah masih bisa digunakan? Dalam percobaan yang dilakukan, penulis pernah menggunakan tegangan hingga 1.8 volt dalam jangka waktu cukup lama dan tidak mengalami degradasi pada prosesor atau hingga prosesor mati. Ternyata pengaruh tegangan memory secara tidak langsung mempengaruhi tegangan lainnya, terutama tegangan IOH (tegangan chipset atau IOH Core Voltage) dan QPI/ VTT Voltage. IOH Voltage memiliki nilai default 1.2 volt dan QPI/VTT Voltage memiliki nilai default 1.1 volt. Dalam percobaan, ternyata efek menaikkan nilai kedua tegangan ini sangat membantu kestabilan sistem terutama pada frekuensi memory tinggi dan tegangan memory yang tinggi. Penulis mengatur IOH Voltage pada 1.25 volt dan QPI/VTT Voltage pada 1.3 volt. Pada nilai ini diperoleh kecepatan DDR3-2000 dengan tegangan 1.74 volt dan berjalan stabil. Screenshot dapat dilihat di bawah ini.
Penjelasan mengenai pilihan tegangan lainnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Kesimpulan
Overclocking pada platform Core i7 ini lebih menarik dibandingkan platform sebelumnya. Ada kesamaan yang kentara dengan overclocking pada platform AMD. Tentu saja karena keduanya menggunakan konsep arsitektur yang sama. Kecepatan prosessor tidak lagi menjadi kemutlakan dalam mendapatkan kinerja yang lebih, namun parameter lain seperti QPI Bus, Uncore Frequency dan tentu saja kecepatan memory menyumbang peranan yang cukup signifikan dalam meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Hasil overclocking yang ideal diperoleh dari kombinasi kecepatan prosessor, QPI Bus, Uncore Frequency, serta kecepatan memory. Komponen komponen ini saling terkait dengan erat, disinilah letak keunikan overclocking Core i7.
More about → Prosessor Intel Core i7

Kompetisi Overclock di Peluncuran Nvidia GTX 460

Posted by Iqbal IDesainer

Nvidia bersama Palit & Digital Alliance menggelar acara peluncuran produk varian baru yang berbasiskan chipset Nvidia yaitu “Produk Launching GTX 460″ di Fcone FX Plaza.


Pada acara ini digelar pertandingan permainan LAN “Point Blank” yang terbagi dalam beberapa grup yang dipertandingkan dengan sistem gugur selama 10 menit per sesi untuk memperebutkan hadiah berupa uang dan voucher game online.


Selain pertandingan permainan LAN, diramaikan juga dengan pertandingan overclocking menggunakan beberapa brand terkemuka, dan tentu saja dengan menggunakan NVidia GTX 460.


GTX 460 hadir dengan CUDA Cores sebesar 336 dengan 675 Mhz Graphics Clock, 1350 Mhz Prosessor Clock dan 37,8 milyar/detik Texture Fill Rate. Spesifikasi memory menggunakan 1800 memory clock, yang sudah mendukung berbagai fitur seperti NVIDIA SLI®-ready 2-Way, NVIDIA 3D Vision Ready, NVIDIA 3D Vision Surround Ready, HD NVIDIA PureVideo® Technology, NVIDIA PhysX™-ready, NVIDIA CUDA™ Technology dan yang terpenting bahwa GTX 460 sudah mendukung Microsoft DirectX 11.
More about → Kompetisi Overclock di Peluncuran Nvidia GTX 460

Cari Artikel di Label Blog Ini

Anime (8) Anti Virus (30) Ayo Dance (12) Browser (25) Food (7) Games (56) Hacker (14) Knowledge (484) Media Player (18) Misteri (78) Ninja Saga (41) Other (126) Pendidikan (129) Point Blank (334) Serba 7 (58) Sofware (157) Tips (179) Tips Blog (44) Tips Komputer (27)